Menjadi Ibu

Saya berpredikat sebagai ibu sejak 26 Juli 2009. Hari itu lahirlah putri cantik saya Aisyah Aninda Kirani. Banyak cerita dari kelahiran Aisy (panggilannya). Dari sejak awal hamil hingga proses persalinannya. Saat mengandung saya lebih banyak berpisah dengan suami karena pekejaan kami berbeda kota. Bertemu hanya seminggu sekali itupun jika suami sedang tidak tugas luar kota. Praktis saya banyak mengalami masa-masa sulit sendiri. Tapi tetep saja beruntung karena teman-teman di sekeliling saya sangat peduli. Ngga ada acara ngidam yang tidak terpenuhi. Alhamdulillah semua yang dimau terlaksana. Walau untuk itu harus mengerahkan teman, ibu bos ;p adik ipar (yang kebetulan tinggal satu kota dengan tempat saya bekerja) bahkan sampe petugas cleaning service di tempat saya kerja (baru nyadar banyak sekali yang berjasa). Untungnya kepengennya juga ga yang aneh-aneh. Paling banter juga rujak gobet. Yumm ;p.

Sebulan menjelang bersalin saya sudah mengambil cuti. Rencananya saya ingin istirahat dan puas-puasin bersama keluarga terutama suami sambil mempersiapkan mental ketika saat yang ditunggu itu tiba. Memiliki waktu yang banyak bersama suami dan keluarga besar ternyata jadi malah kepengen yang macem-macem. Padahal pas sendirian aja nggak gitu-gitu amat. Ini malah kepengennya yg macem-macem, misalnya kepengen kue pukis pas jam 12 malem dan harus yang anget🙂. Trus kepengen pisang kipas pinggir jalan yang ada di Jl. Borobudur, dapet pisang kipasnya tapi kayaknya bukan yang di Jl. Borobudur itu seteleh konfirmasi ke pembeli (suami :D) bener emang bukan yang disitu, alhasil dia harus kembali sesuai pesanan ibu hamil hehehe ;p.

Di pemeriksaan terakhir, tiba-tiba dokter memberikan warning bayi harus segera dilahirkan karena detak jantungnya di bawah normal. Berbekal ilmu bersalin yang minim, kami setuju aja ketika dokter menyarankan ini itu, kami cuma ingin si kecil lahir selamat. Karena ngga ngerasain yang namanya kontraksi, ya akhirnya saya kayak ngga mau lairan, mo berangkat ke rumah sakit masih sarapan dulu, trus ritual-ritual dulu macem minum madu, makan telur ayam kampung, semuanya deh yang katanya memperlancar proses persalinan, trus baru berangkat ke rumah sakit.

Nyampe Rumah Sakit langsung diinduksi, sempet sms-an sama dokternya. Sediktpun ngga ada kontraksi yang ditunggu-tunggu itu. Sampe habis 2 ampul tetep aja ngga ada reaksi. Keputusan pun diambil, Sectio Cesar keesokan harinya. Sejak pagi proses awal dipersiapkan. Jam 11.00 WIB masuklah di ruang operasi yang amat sangat dingin. Tim dokter mulai bekerja. Awalnya terdengar suara santai, senda gurau bahkan bernyanyi. Saya ingat betul, sang dokter anastesi bahkan sambil cerita bahwa dia baru saja pergi memancing. Selanjutnya terdengar kata “kenapa, coba lagi, rileks ya buk”, dan beberapa kata putus asa lainnya. Sampai akhirnya, “Ibu, karena bius lokalnya ga bisa, ini terpaksa pake bius total”. Saya mengangguk saja, dan………….

Kira-kira 2,5 jam kemudian saya baru membuka mata, yang tampak pertama suami dengan mata sembabnya, lalu mbak-mbak, dan mas dengan wajah cemasnya. Ternyata semua cemas karena saya tidak segera sadar. Ohhh….. Where’s d baby, kepengen segera ketemu, tapi ternyata ngga kuat bangun, dan tunggu dulu sampe pengaruh biusnya bener-bener hilang. Ohhh…. (lagi). Tanya-tanya dulu bagaimana Aisyahku (sejak kehamilan saya yakin bener bayinya perempuan, saya sudah menyebutnya dengan Aisy). Habis maghrib, perawat mengantar Aisyahku, dan air mata pun mengalir melihat wajah merah bulat yang masih bengkak2 itu. Alhamdulillah, bayinya lengkap tidak cacat, dan sehat. Aku sudah menjadi ibu :’)

Masalah selanjutnya, kentut😀. Katanya SOP operasi besar dikatakan tidak bermasalah kalo pasien sudah kentut. Nah ini kentut ngga dateng juga. Nah lo.. Bingung lagi. Semua posisi tidur dicoba, ngga juga datang. Jam 12an malem artinya 12 jam sejak operasi yang ditunggu-tunggu datang juga. Lega operasi sukses.

Selanjutnya pagi hari belajar memberikan ASI, sukses. Alhamdulillah (lagi) 8). ASI yang keluar banyak, Aisy juga minum dengan baik dan benar (ngga rewel maksudnya)😀.

Malam sebelum pulang pulang besok paginya, berita itu terdengar, Aisyahku sakit kuning dan harus diambil darah untuk tes lab. Hiks.. hiks… Dokter bilang nggak apa-apa. Sedikit Tenang. Tapi jam 12 malem dibangunkan oleh perawat yang meminta ijin untuk memberikan bantuan sinar buat Aisy berkaitan dengan kuningnya itu. Diantara bingung karena bangun tengah malem dan belum sepenuhnya terjaga saya mengangguk saja. Detik berikutnya baru kepikiran, disinar itu diapain ya, pasrah aja sambil terus berdoa semoga Aisy segera pulih.

Nggak sabar pagi saya pergi ke ruang bayi. Ya Allah, Aisyku ditidurkan di dalam inkubator, matanya ditutup kacamata kain, dan hanya mengenakan pampers. Lemes, nangis aja, separah apa sakitmu nduk. Tanya perawat jaga, dokter, katanya semua baik-baik saja. Setelah enam jam disinar, Aisyahku pun berpindah ke tempatnya semula, dirawat, ganti baju serba pink yang sudah kupersiapkan, dan diantarlah ke gendonganku menuju rumah. Oh anakku.

Hari berlalu, penyinaran yang dilakukan itu tak perlu terlalu di risaukan. Mengikuti petunjuk dokter perbanyak ASI dan diberi sinar matahari pagi yang cukup. Aisyahku pun tumbuh sehat.

Inilah dia sekarang, setelah 3 tahun berlalu…

Yup, dia bukan bayi lagi, tapi…

Emaknya kepengen punya bayi lagi, dengan proses sebagaimana lazimnya bersalin secara normal, tanpa ada ketakutan karena kabar detak jantung di bawah normal lah, bius lokalnya ga bisalah, bayinya kena kuninglah, dll, semoga bisa, amiiinnnn… ;p

2 thoughts on “Menjadi Ibu

  1. wah….hebat mba…..ayo semangat untuk adiknya aisy….jgn ada khawatir…..semua sudah diatur sama yg diatas…insyaallah akan di beri kelancaran…amin…..ada satu lg mba hamilnya aisy ngidam kentang goreng pake garam hihihih…………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s