Alun-alun

Siapa yang belum pernah ke alun-alun, ayyo angkat tangan….😀 . Teman-teman pasti mengenal alun-alun minimal di daerah asal masing-masinglah. Jaman kecil kita saya dulu, mlaku-mlaku nang alun-alun adalah kegiatan yang paling ditunggu-tunggu. Dimana pada saat itu segala hal yang “haram” dikerjakan menjadi “halal”. Misalnya playon (berlarian) kalo di rumah mana boleh, wong rumahnya sak uprit pasti jadi bikin risau penghuninya. Jajan segala jenis dari es, gorengan dsb. Di rumah mana boleh es, nanti pileklah, batuklah, dan sederet alasan lain. Huufff😦

Apa sih alun-alun (yang nanya harus dipertanyakan kuper ato oon😀 padahal yang tanya saya ya.. hehe). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, alun-alun adalah tanah lapang yg luas di muka keraton atau di muka tempat kediaman resmi bupati, dsb. Kenyataannya bener kan, coba deh diamati hampir semua alun-alun adalah tanah lapang yang terletak di depan kantor pemerintahan (bupati ato walikota). Entah pada jaman dulu gimana, apakah benar-benar tanah lapang tanpa sedikitpun bangunan, atokah seperti sekarang minimal ada tempat duduk yang berderet.

Di kota tempat saya lahir dan dibesarkan Bumi Arema, alun-alunnya seperti ini.

Waduh, maap gambarnya tidak terlalu jelas dan tidak menunjukkan di sekelilingnya. Di sebelah barat ada Masjid Agung Jami’ Malang dengan menara tinggi yang menjulang. Lalu di sebelah utara Pertokoan Sarinah dan Bank Indonesia, sebelah timur ada kantor Pak Bupati, dan sebelah selatan Kantor Pos Besar.

Pagi hari disini banyak juga orang berolahraga, dari bersepeda, lari-lari kecil ato jalan kaki. Udara masih segar karena pohon-pohon besar tumbuh di area alun-alun. HHmm ayyo dinikmati mumpung masih bisa. Sore sampe malam hari disini tak pernah sepi pengunjung. Yang sekedar mampir, nyuapi balitanya, atau janjian ketemu pacar/suami/keluarga dst. tumplek blek disini. Yang jualan juga demikian, makanan, buku, mainan dsb. Nah saya termasuk yang sambil nyuapi balitanya itu.😀

Oia, selain air mancur seperti gambar diatas, pohon-pohon besar, pedagang, satu lagi penghuni tetap alun-alun kotaku. Ini dia

Yup, sekawanan merpati. jadi, sebelum berangkat teman-teman boleh membawa bekal jagung pipil atau beras untuk merpati-merpati ini. Kalo engga di situ ada kok yang jualan, sebungkus seribu rupiah saja.

Saat weekend atau hari libur disini lebih ramai dari biasanya. Dan makin semarak dengan adanya hiburan rakyat topeng monyet ato di tempat saya tenarnya disebut tandhak bedhes  🙂

Nah, ini alun-alun kotaku, bagaimana dikotamu?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s