Berawal dari “Akhirnya…”

Suatu pagi, saya berangkat dengan suasana yang adem. Adem hawanya, adem suasananya, adem juga hati saya. Jarak yang cukup jauh ke kantor membuat saya sudah bersiap untuk memejamkan mata di kendaraan nanti. Sebelum tidur pasang headset dulu, musik mengalun lembut, sang vokalis GIGI pun bersenandung…..

kusadari akhirnya kerapuhan imanku
telah membawa jiwa dan ragaku
kedalam dunia yang tak tentu arah

#baru satu bait ini yang terdengar, tiba-tiba mata ini tak bisa “tidur”

kusadari akhirnya Kau tiada duanya
tempat memohon beraneka pinta
tempat berlindung
dari segala mara bahaya

#makin “melek”

oh Tuhan mohon ampun
atas dosa dan dosa selama ini
aku tak menjalankan perintahMu
tak pedulikan namaMu
tenggelam melupakan diriMu

# sebutir air mata luruh

oh Tuhan mohon ampun atas dosa dan dosa
sempatkanlah aku bertobat hidup di jalanMu
tuk penuhi kewajibanku
sebelum tutup usia kembali padaMu

#Tiba-tiba semua-mua yang sudah saya lakukan di hari-hari kemarin menari-nari di depan mata. Ga sadar mbrebes mili.

Ya Allah, sayakah yang terlalu cengeng, atau lirik lagu ini yang begitu menyentuh hati, ataukah…..???
Hati terus bertanya, ada apa. Sekali lagi saya dengarkan lagu itu. Dan makin menangis saya…

“Ya Allah mungkin ini caraMU mengingatkan aku. Dari jalan manapun Engkau tempuh agar aku menjadi lebih baik lagi. Ya Allah entah bagaimana berterima kasih padaMU. Ya Allah teruslah menjagaku, jangan jauh, hiks………”

2 thoughts on “Berawal dari “Akhirnya…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s