keriput permanen

Kamis, 3 Desember 2015 sekira pukul 7 malam sambil sayup-sayup terdengar adzan isya. Saya dan sulung saya Aisy rebah-rebahan di kasur. Adiknya lagi main lempar bola sama Ayahnya tak jauh dari tempat kami rebahan. Kebiasaan malam setiap kami berkumpul sepulang kerja dan sekolah. Tiba-tiba si kakak nyeletuk, “Eh deket mata Bunda sudah ada keriput permanen loh”. Aku menoleh kaget darimana dapet kosakata itu. “Keriput permanen itu apa kak?” Lalu dia membawa jemariku, menuntunnya menyentuh sekitar mataku. “Kayak gini loh Bun, sudah terasa?” katanya sambil terus membawa jemariku menyusuri keriput permanen yang dimaksud. “Ah masak iya kak? Bunda sudah tua ya” kataku tertawa (merasa gimana gitu). “Bunda harus ke dokter nih ya biar ndak keriput permanen lagi” tanyaku. Eh dia memelukku “Tidak perlu Bunda, semua wanita mengalaminya, dan aku tetep saayaaaaaannng sama Bunda” aku terlonjak lagi, darimana kata-kata itu. Kunikmati pelukannya, ah apa siy yang bisa ngalahin pelukan sayangnya itu. Erat dia memelukku sambil berbisik “Pake Ponds aja Bun, biar keriput permanennya hilang”. Aih aku tahu darimana kata-kata sakti itu muncul…. Oalah vi…. tivi….😀

index

One thought on “keriput permanen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s